Sabtu, 23 April 2011

MAKALAH CANDI BOROBUDUR

LEMBAR PENGESAHAN


Laporan Studi Lapangan Ini Telah Disetujui dan Disyahkan Oleh Tim Pembimbing Penulisan Laporan Hasil Studi Lapangan SMA Negeri 1 Mangunjaya.
Hari : .........................................
Tanggal: .........................................

Wali Kelas,


Guru Pembimbing,



Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Mangunjaya,






ABSTRAK
Studi lapangan merupakan kegiatan yang sangat positif bagi siswa, semua bertujuan untuk mengenal lebih jauh dari obyek yang dikunjunginya.
Seperti yang sudah dilaksanakan oleh SMAN 1 Mangunjaya mengunjunngi Candi Borobudur yang letaknya di provinsi D.I. Yogyakarta. Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli.
Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 M.
Dalam pengelolaanya pun cukup maksimal sehingga Candi Borobudur itu bersih dan penuh perawatan, dan mengakibatkan banyaknya respon pengujung Candi Borobudur tersebut.. Keberadaan candi-candi dan relief yang menjadi pusat dari tujuan kunjungan kalau diamati secara seksama dapat kita simpulkan belum memenuhi syarat standarisasi kebun binatang secara internasional.
Sisi menarik dari Candi Borobudur adalah letaknya yang strategis untuk akses ke lokasi tersebut, letaknya yang berada di dalam wilayah 3 kabupaten, ini dapat memudahkan dalam segi pembangunannya.
Setelah mempelajari lebih lanjut tentang keberadaan candi borobudur diharapkan para siswa akan menambah rasa kebanggaan terhadap tanah air tercinta Indonesia. Dan dapat menyampaikan ke masyarakat luas. Dari beberapa pemahaman tentang candi borobudur perlu di garis bawahi kalau candi borobudur adalah sebuah tempat rekreasi sekaligus tempat pengkajian benda purba kala yang masih banyak yang belum dikaji.
Beberapa hal yang perlu di benahi oleh pengelola candi Borobudur adalah
1. Terminal tempat pemberhentian bus terlalu jauh sehingga menjadi kurang efektif
2. P-ara pedagang yang masih semrawut.
Dari pengmatan umum dapat disimpulkan bahwa Candi Borobudur adalah salah stu peninggalan bersejarah yang sampai sekarang masih terawat dengan rapi, baik dari segi mangerial maupun pelestarian lingkungan.

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil studi lapangan ini. Tujuan penyusunan laporan ini adalah salah satu tugas di SMA Negeri 1 Mangunjaya.
Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena adanya bantuan bimbingan serta dorongan semua pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat:
1. Bapak Drs. Eman Hermawan, M.Pd. sebagai kepala SMA Negeri 1 Mangunjaya.
2. Ibu Dra. Tri Nurhati sebagai wali kelas XI IPS 1.
3. Bapak Minar Nuryadi S.Pd. sebagai guru pembimbing yang telah membimbing dalam penyusunan karya tulis ini.
4. Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Mangunjaya.
5. Kedua orang tua kami yang telah memberikan doa, pengorbanan dan dorongan selama studi lapangan.
6. Biro PGR yang sudah mendampingi kami selama proses studi lapangan.
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini, semoga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga terwujudnya laporan ini.
Mangunjaya, 23 April 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK....KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Studi Lapangan...
D. Manfaat Studi Lapangan..
E. Metode Pengumpulan Data..
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan.
G. Sistematika Penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
A. Hasil Studi Lapangan.
B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan..
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan.
B. Saran-saran..
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BIOGRAFI PENULIS.
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Alasan Memilih Judul.
Yang menjadi alasan memilih judul dalam karya tulis yang berjudul Candi Borobudur ini adalah sebagai berikut:
1. Kita sebagai siswa yang masih banyak memerlukan pengetahuan yang perlu di ketahui
2. Sebagai siswa Supaya dapat menggali ilmu Pengetahuan lebih dalam dan mengembangkannya
3. Sebagai siswa tertarik kepada keindahan dan seni budaya bangunan Candi Borobudur
4. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah berdirinya Candi Borobudur
Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan objek wisata yang dikunjungi, yaitu, masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang melatar belakangi didirikannya Candi Borobudur?
2. Apa saja benda purba yang masih dapat dikaji?
3. Bagaimana sistem pemeliharaan dan penanggulangan masalah-masalah yang ada di Candi Borobudur?
4. Bagaimana manejemen pengelolaan Candi Bororbudur secara administratif dan sistem marketingnya
Pembatas Masalah
Agar pembahasan sesuai dengan yang di inginkan penulis dapat tercapai dengan tepat dan benar maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:
5. Bagaimana Sejarah Candi Borobudur?
6. Apakah Arti Borobudur?
7. Benda – Benda Apa Saja Yang Ada Di Candi Borobudur?
8. Bagaimana Peranan Candi Borobudur Bagi Obyek Wisata
B. Tujuan Studi Lapangan
Adapun tujuannya adalah :
1. Untuk mengetahui dan menghayati sejarah berdirinya.
2. Untuk mengetahui latar belekangn didirikannya Candi Borobudur.
3. Untuk mengetahui makna dan arti yang terkandung dalam komplek bangunan Candi Borobudur.
4. Untuk mengetahui peran Candi Borobudur sebagi obyek wisata.
C. Manfaat Studi Lapangan
1. Menambah pengetahuan mengenai masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran Pkn, Sejarah, Geografi, Biologi, B.Indonesia, Seni Budaya, Melalui pengamatan, penelitian dan komunikasi.
2. Memperluas Cakrawala, mengenai lingkungan hidup yang menambah rasa cinta terhadap tanah air, meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi seni.
3. Menambah pengetahuan dalam rangka penelitian, riset serta teknik menyusun.
4. Mempererat rasa kekeluargaan khususnya di lingkungan keluarga besar SMAN 1 Mangunjaya.
D. Metode Pengumpulan Data
1. Metode Observasi
Untuk mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang dibutuhkan kami melakukan pengamatan secara langsung ke objek-objek wisata yang dikunjungi dan mendengarkan informasi-informasi secara langsung dari narasumber.
2. Metode Deskriptif
Untuk menggambarkan masalah yang ada pada masa sekarang
3. Metode sistematik
Untuk mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang dibutuhkan secara bertahap, kami menbaca buku-buku yang ada kaitannya dengan objek wisata yang kami kunjungi.
4. Metode interview
Dengan cara bertanya langsung kepada pemandu wisata yang kami kunjungi.




E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari : Minggu
Tanggal : 27 Februari 2011
Waktu : Pukul 09:00 – 11:00 WIB
Tempat : Candi Borobudur

F. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Studi Lapangan
D. Manfaat Studi Lapangan
E. Metode Pengumpulan Data
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
G. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAAN
A. Hasil Studi Lapangan
B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hasil Studi Lapangan
Hasil kajian dan pengamatan sekaligus penilaian lapangan, kami mengamati beberapa hal yang menjadi penilaian positif karena adanya penangkaran dan perlindungan terhadap binatang-binatang yang selama ini selalu diburu untuk kepentingan pribadi.
Beberapa hal yang harus dibenahi dari keberadaan dari Candi Borobudur tersebut antara lain adalah:
1. Pekerjaan Pemudaran yang bertepatan dengan masa studi tour, sehingga pengamatan kurang efektif.
2. Pedagang kaki lima yang masih belum tertata..
3. Jauhnya terminal bis dengan lokasi yang mengakibatkan kurang nyamannya para pengunjung.

B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan
1. Sejarah Singkat Candi Borobudur
A. Waktu didirikannya
Candi Borobudur di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.
Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejrah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adaaalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu. Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjungjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.
B. Penemuan Kembali
Borobudue yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggidi antara dataran rendah di sekelilingnya. Tidak akan pernah mamasuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan. Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad – abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran. Kira – kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi / membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu – batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA, sekitar tahun 800 – an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan jawa bergeser ke timu.
Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama – lama di sana – sini tumbuh macam – macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya. Pada kira – kira abad ke – 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.
Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam. Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai / di jajah Inggris pada tahun 1811 M – 1816 M.
Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman, karen begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut, puing –puing yang masih menutupi candi di sigkirkan dan tanah yang menutupi lorong – lorong dari bangunan candi di singkirkan semua shingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.


C. Penyelamat
Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran kembali bangunan Candi Borobudur mula – mula hanya dilakukan secara kecil – kecilan serta pembuatan gambar – gambar dan photo – photo reliefnya. Pemugaran Candi Borobudur yang pertam kali di adakan pada tahun 1907 M – 1911 M di bawah pimpinan Th Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan – kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan Candi Borobudur walaupun banyak bagian tembok atau dinding – dinding terutam tingkat tiga dari bawah sebelah Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengunjungmaupun bangunannya sendiri namun pekerjaan Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat dsi selamatkan dari kerusakan yang lebih besar.
Mengenai gapura – gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam, namun juga perlu di sadari bahwa tahun – tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak – semak secara tidak langsung telah menutupi adan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur, Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding – dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu, Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tn Vanerf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah.
D. Pemugaraan Candi Borobodur
Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973 prasati dimulainya pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke timur karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga – tenaga muda lulusan SMA dan SIM bangunan yang memang diberikan pendidikan khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi ( CA ) dan Teknologi Arkeologi ( TA ).
Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu - batu Candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu – batu yang sudah retak dan pecah, pekerjaan – pekerjan di atas bersifat arkeologi semua di tangani oleh badan pemugaran Candi Borobudur, sedangkan pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan di tangani oleh kontraktor ( Pt Nidya Karya dan THE Contruction And Development Corporation Of The Filipine ).
Bagian – bagian Candi Borobudur yang di pugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar sedangkan kaki Candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut di pugar pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan DR Soekmono dengan di tandai sebuah batu prasati seberat + 20 Ton. Prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar di buatkan dengan dua bagian satu menghadap ke utara satu lagi menghadap ke timur penulisan dalam prasasti tersebut di tangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.
E. Bangunan Candi Borobudur
a. Uraian candi borobudur
Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 M3 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak – undak dengan tangga naik pada ke – 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.
- Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M
- Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M
- Pada sudut yang membelok 113 M
- Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 M
- Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai selasar undaknya.
Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :

1. Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kusai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu, Relief – relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan – adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.
2. Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat
3. Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar ingkat I, II, dan III beserta Stupa Induk.
b. Patung
Di dalam bangunan Budha terdapat patung – patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut:
- Patung Budha yang terdapat pada relung – relung : 432 Buah
- Sedangkan pada teras – teras I, II, III berjumlah : 72 Buah
- Jumlah : 504 Buah
Agar lebih jelas susunan – susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut:
1. Langkah I Teradapat : 104 Patung Budha
2. Langkah II Terdapat : 104 Patung Budha
3. Langkah III Terdapat : 88 Patung Budha
4. Langkah IV Terdapat : 22 Patung Budha
5. Langkah V Terdapat : 64 Patung Budha
6. Teras Bundar I Terdapat : 32 Patung Budha
7. Teras Bundar II Terdapat : 24 Patung Budha
8. Teras Bundar III Terdapat : 16 Patung Budha
Jumlah : 504 Patung Budha
Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannyayang di sebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur ada 6 macam hanya saja karena macam oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5 kelima mudra it adalah Bhumispara – Mudra Wara – Mudra, Dhayana – Mudra, Abhaya – Mudra, Dharma Cakra – Mudra.
c PatungSinga
Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah – olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.
d.Stupa
-Stupa Induk
Berukuran lebih besar dari stupa – stupa lainya dan terletak di tengah – tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur, garis tengah Stupa induk + 9.90 M puncak yang tertinggi di sebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika.
- Stupa Berlubang / Terawang
Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha. Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa – stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu
Teras I terdapat 32 Stupa
Teras II terdapat 24 Stupa
Teras III terdapat 16 Stupa
Jumlah terdapat 72 Stupa
-Stupa kecil
Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah – olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung – relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah.
Arca
Mudra
Melambangkan
Dhyani Buddha
Arah Mata Angin
Lokasi Arca


Bhumisparsa mudra Memanggil bumi sebagai saksi Aksobhya
Timur Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur

Wara mudra Kedermawanan Ratnasambhawa
Selatan Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan
Dhyana mudra Semadi atau meditasi Amitabha
Barat Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat
Abhaya mudra Ketidakgentaran Amoghasiddhi
Utara Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara
Witarka mudra Akal budi Wairocana
Tengah Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatu semua sisi

Dharmachakra mudra Pemutaran roda dharma Wairocana
Tengah Di dalam 72 stupa di 3 teras melingkar Arupadhatu

e.Relief

Bagan Relief
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga
160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara
120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana
120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha
128 pigura
-------- - langkan jataka/awadana 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura


Relief Karmawibhangga bagian yang terlihat sekarang ini tidaklah sebagaimana bangunan aslinya karena alasan teknis maupun yang lainya maka candi di buatkan batu tambahan sebagai penutup.Relief Karmawibhanga yang terdapat pada bagian Kamadhatu berjumlah 160 buah pigura yang secara jelas menggambarkan tentang hawa nafsu dan kenikmatan serta akibat perbuatan dosa dan juga hukuman yang di terima tetapi ada jug perbuatan baik serta pahala
Yang di perlihatkan pada relief – relief itu antara lain:
Karmawibhangga
-
- Gambaran mengenai mulut – mulut yang usil orang yang suka mabuk- mabukan, perbuatan – perbuatan lain yang mengakibatkan suatu dosa.
- Perbuatan terpuji, gambaran mengenai orang yang suka menolong Ziarah ke tempat suci bermurah hati kepada sesama dan lain – lain yang mengakibatkan orang mendapat ketentraman hidup dan dapat pahala.Dengan kondisi lahan yang berkontur ditambah dengan dua danau buatan, maka menjadikan Gembira Loka sebagai taman rekreasi yang menarik.

Lalitawistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.
Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.
Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.
Gandawyuha
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.


BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
. Dari semua masalah tentang sejarah brdirinya Candi Borobudur ini ternyata dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Sejarah Candi Borobudur
Waktu didirikanna Candi Borobudur tidaklah dapat diketahui dengan pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur (Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9 dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.
2. Letak dan Lokasi Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan, pegunungan yang mengelilingi Candi Borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
3. Nama Dan Arti Candi Borobudur
Nama Borobudur berasal dari gabungan kata Boro dan Budur, Boro berasal dari kata Sangsekerta berarti “ Vihara” yang berarti komplek Candi dan Bihara atau juga asrama ( Menurut Purwacaraka Dan Stuten Herm ) sedangkan Budur dalam bahasa Bali “ Bedudur” yang artinya di Atas. Jadi nama Borobudur berarti asrama atau bahasa ( Komplek Candi ) yang terletak di atas bukit.
B. SARAN
Dari pembuatan karya tulis ini penulis akan menyajikan beberapa saran diantaranya:
1, kita sebagai generasi muda harus menadi generasi penerus bangsa dengan cara giat belajar dan berlatih supaya menjadi siswa – siswi yang terampil dan bertaqwa
2. Kita sebagai warga negara harus menjaga dan melestarikan bdaya bangsa dengan memelihara tempat – tempat bersejarah sebagai peninggalan nenek moyang kita
3. penulis berharap dengan berkembangnya kebudayaan barat di harapkan pada rekan generasi muda mampu memilih dan menilia budaya yang masuk dan berusaha mempertahankan kebudayaan bangsa sendiri.


LAMPIRAN - LAQMPIRAN ( berupa gambar - gambar kegiatan studi)


DAFTAR PUSTAKA
• Sumber Buku
SMAN 1 Mangunjaya. 2011. Buku Panduan Studi Lapangan SMAN 1 Mangunjaya ke Jawa Tengan dan Yogyakarta Tahun Pelajaran 2010 / 2011. Mangunjaya: SMAN 1 Mangunjaya.
• Sumber Lain
1. MoerTjipto, Drs Borobudur, Pawon Dan Mendut, Kanisus Yogyakarta 1993
2. Soediman, Drs Borobudur Salah Satu Keajaiban Dunia Gramedia Yogyakarta, 1980


BIOGRAFI PENULIS
untuk biografi diisi dan dilampirkan photo sang penyusun makalah
maaf kalau makalah ini kurang lengkap

1 komentar:

  1. sorry mas bro .. ralat ,,, candi borobudur terletak di kecmatan borobudur kab magelang jawa tengah .. bukan D.I.Y

    BalasHapus