Sabtu, 23 April 2011

makalah gembira loka

STUDI LAPANGAN KE YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2010/2011



MENGUNGKAP KEBERADAAN KEBUN BINATANG
GEMBIRA LOKA


Laporan Studi Lapangan
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Studi Di SMA Negeri 1 Mangunjaya

Disusun oleh:
1. Ayu Wahyuni
2. Eneng Danih
3. Ida Parwati
4. Maya Ismayani
5. Reno Nugroho
6. Wahyu Ismawan

Kelas XI IPA 2

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIAMIS
SMA NEGERI 1 MANGUNJAYA
2011

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Studi Lapangan Ini Telah Disetujui dan Disyahkan Oleh Tim Pembimbing Penulisan Laporan Hasil Studi Lapangan SMA Negeri 1 Mangunjaya.
Hari : .........................................
Tanggal: .........................................

Wali Kelas,


DESI APRIANI NUGRAHA, S.Si.
NIP. Guru Pembimbing,


IRFA RAZAK, S.Pd.
NIP.198510112009011004

Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Mangunjaya,

Drs. EMAN HERMAWAN, M.Pd.
NIP. 196004081986031022
ABSTRAK
Studi lapangan merupakan kegiatan yang sangat positif bagi siswa, semua bertujuan untuk mengenal lebih jauh dari obyek yang dikunjunginya.
Seperti yang sudah dilaksanakan oleh SMAN 1 Mangunjaya mengunjunngi kebun binatang Gembira Loka yang letaknya di provinsi D.I. Yogyakarta. Kebun binatang ini didirikan semenjak Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan tujuan sebagai taman bermain dan rekreasi keluarga, dalam perjalannya kebun binatang tersebut mengalami hambatan-hambatan terutama pada zaman penjajahan Belanda.
Dewasa ini kebun binatang Gembira Loka pun masih mengalami kendala-kendala baik dari segi fluralisme flora maupun fauna, penyebab dari itu semua karena kurang pedulinya Pemda DIY terhadap keberadaan kebun binatang tersebut.
Dalam pengelolaannya pun kurang maksimal sehingga terkesan bahwa kebun binatang Gembira Loka itu kurang perawatan, dan mengakibatkan kurang responnya pengunjung kebun binatang tersebut. Keberadaan flora dan fauna yang menjadi pusat dari tujuan kunjungan kalau diamati secara seksama dapat kita simpulkan belum memenuhi syarat standarisasi kebun binatang secara internasional.
Sisi menarik dari kebun binatang Gembira Loka adalah letaknya yang strategis untuk akses ke lokasi tersebut, letaknya yang berada di dalam wilayah 3 kabupaten, ini dapat memudahkan dalam segi pembangunannya.
Dengan demikian kalau pengelolaan kebun binatang dapat maksimal maka akan mendulang pendapatan asli daerah dan melengkapi obyek wisata yang ada di Pemda Provinsi DIY yang pada akhirnya dapat dirasakan oleh penduduk setempat pada khususnya, umumnya penduduk daerah Provinsi DIY.
Dalam sistem manajemen marketing yang menjadi ujung tombak maju mundurnya sebuah perusahaan, ini diperlukan penanganan yang sangat serius mengingat persaingan antar negara dalam menarik wisatawan dari luar.
Dilihat dari kepentingan nasional bahwa anggaran negara diambil dari berbagai aspek, tidak berlebihan kiranya kalau pemerintah pusat pun mengalokasikan dana untuk keberadaan kebun binatang tersebut agar dapat mengembangkan daya tariknya sehingga diharapkan nantinya dapat menjadi perusahaan yang mandiri yang dapat menyumbangkan pendapatannya untuk kepentingan pembangunan nasional.
Akhirnya harapan kami dengan tersusunnya makalah ini dapat menjadi acuan kepada para pengambil kebijakan untuk sebagai bahan pemikiran yang pada akhirnya dapat mensejahterakan rakyat Yogyakarta khususnya dan umumnya rakyat Negara Republik Indonesia.



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil studi lapangan ini. Tujuan penyusunan laporan ini adalah salah satu tugas di SMA Negeri 1 Mangunjaya.
Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena adanya bantuan bimbingan serta dorongan semua pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat:
1. Bapak Drs. Eman Hermawan, M.Pd. sebagai kepala SMA Negeri 1 Mangunjaya.
2. Ibu Desi Apriani Nugraha, S.Si. sebagai wali kelas XI IPA 2.
3. Bapak Irfa Razak S.Pd. sebagai guru pembimbing yang telah membimbing dalam penyusunan karya tulis ini.
4. Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Mangunjaya.
5. Kedua orang tua kami yang telah memberikan doa, pengorbanan dan dorongan selama studi lapangan.
6. Biro PGR yang sudah mendampingi kami selama proses studi lapangan.
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini, semoga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga terwujudnya laporan ini.
Mangunjaya, 23 April 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK.
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Studi Lapangan
D. Manfaat Studi Lapangan
E. Metode Pengumpulan Data
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
G. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Hasil Studi Lapangan
B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA ..
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Flora
B. Fauna
BIOGRAFI PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kegiatan studi lapangan merupakan salah satu kegiatan sekolah yang menjadi acuan kreativitas siswa didalam mengembangkan bakatnya untuk menjadi manusia indonesia yang berwawasan luas baik dari segi pemahaman lingkungan maupun pemahaman manajemen industri wisata.
Pada dasarnya sebuah studi mengharapkan penambahan pembendaharaan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu sangatlah positif studi tour yang di laksanakan oleh SMA 1 Mangunjaya dengan obyek wisata DIY yang salah satunya adalah kebun binatang Gembira Loka. Dengan harapan setelah mengunjungi tempat tersebut akan menambah wawasan baik dari segi ilmu pengetahuan maupun wawasan kebangsaaan.
Pengharapan tersebut tidaklah berlebihan karena siswa nantinya akan menghadapi test oleh para pembimbing, sampai sejauh mana siswa dapat menerangkan obyek wisata yang dikunjunginya.
B. Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan objek wisata yang dikunjungi, yaitu Gembira Loka, masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang melatar belakangi didirikannya kebun binatang Gembira Loka?
2. Apa saja species yang terdapat di kebun binatang Gembira Loka?
3. Bagaimana sistem pemeliharaan dan penanggulangan masalah-masalah yang ada di kebun binatang Gembira Loka?
4. Bagaimana manajemen pengelolaan kebun binatang secara administratif dan secara penangkaran binatang-binatang yang dianggap sudah agak punah?
Pembatas Masalah
1. Sejarah berdirinya gembira loka serta tujuan umum.
2. Spesies flora dan fauna yang dikaji sesuai observasi.
3. Cara pemeliharaan dan sistem penanggulangan masalah yang ada di gembira loka.
4. Sistem manajemen pengelolaan dan penangkaran kebun binatang Gembira Loka.
C. Tujuan Studi Lapangan
Adapun tujuannya adalah :
1. Untuk mengetahui latar belakang didirikannya kebun binatang Gembira Loka.
2. Untuk mengetahui spesies yang terdapat di kebun binatang Gembira Loka.
3. Untuk mengetahui sistem pemeliharaan dan penanggulangan masalah-masalah yang ada di kebun binatang Gembira Loka.
4. Untuk mengetahui manajemen pengelolaan kebun binatang secara administratif dan secara penangkaran binatang-binatang yang dianggap sudah agak punah.
D. Manfaat Studi Lapangan
1. Menambah pengetahuan mengenai masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran Pkn, Sejarah, Geografi, Biologi, B.Indonesia, Seni Budaya, melalui pengamatan, penelitian dan komunikasi.
2. Memperluas cakrawala, mengenai lingkungan hidup yang menambah rasa cinta terhadap tanah air, meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi seni.
3. Menambah pengetahuan dalam rangka penelitian, riset serta teknik menyusun.
4. Mempererat rasa kekeluargaan khususnya di lingkungan keluarga besar SMAN 1 Mangunjaya.
E. Metode Pengumpulan Data
1. Metode Observasi
Untuk mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang dibutuhkan kami melakukan pengamatan secara langsung ke objek-objek wisata yang dikunjungi dan mendengarkan informasi-informasi secara langsung dari narasumber.
2. Metode sistematik
Untuk mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang dibutuhkan secara bertahap, kami menbaca buku-buku yang ada kaitannya dengan objek wisata yang kami kunjungi.
3. Metode interview
Dengan cara bertanya langsung kepada pemandu wisata yang kami kunjungi.
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari : Senin
Tanggal : 28 Februari 2011
Waktu : Pukul 15:00 – 16:00 WIB
Tempat : Kebun Raya Gembira Loka

G. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Studi Lapangan
D. Manfaat Studi Lapangan
E. Metode Pengumpulan Data
F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
G. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAAN
A. Hasil Studi Lapangan
B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Flora
B. Fauna
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
PEMBAHASAN
A. Hasil Studi Lapangan
Hasil kajian dan pengamatan sekaligus penilaian lapangan, kami mengamati beberapa hal yang menjadi penilaian positif karena adanya penangkaran dan perlindungan terhadap binatang-binatang yang selama ini selalu diburu untuk kepentingan pribadi.
Beberapa hal yang harus dibenahi dari keberadaan dari kebun binatang tersebut antara lain adalah:
1. Kebersihan yang masih kurang layak untuk keberadaan kebun binatang secara nasional.
2. Binatang-binatang tidak terurus yang mengakibatkan tidak nyamannya pengunjung.
3. Jauhnya terminal bis dengan lokasi kebun binatang yang mengakibatkan kurang nyamannya para pengunjung.
B. Pembahasan Hasil Studi Lapangan
1. Latar Belakang Pendirian Gembira Loka
Proses berdirinya Gembira Loka memakan waktu relatif lama, yaitu sekitar 20 tahun. Gagasan tersebut baru dapat terealisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan mempercayakan perencanaan pembangunan Kebon Rojo kepada seorang ahli bangunan dari Belanda yang bernama ir. Karsten.
Ternyata, rencana pembangunan Kebon Rojo kembali harus tertunda akibat meletusnya Perang Dunia II yang melibatkan Belanda, sehingga berimbas pula kepada Indonesia sebagai jajahannya. Karena situasi yang tidak memungkinkan ketika itu, tertundanya rencana pembangunan Kebon Rojo tersebut berlanjut sampai dengan penjajahan Jepang di Indonesia berakhir. Baru pada tahun 1953 rencana pembanguan Kebon Rojo dapat terwujud yang ditandai dengan berdirinya yayasan “Gembira Loka Yogyakarta” melalui akte notaris rm. Wiranto Nomor 11 tanggal 10 September 1953. Maka sejak itulah rintisan berdirinya Gembira Loka Yogyakarta dimulai. Pengerjaan tanah Gembira Loka yang berlokasi di sisi barat Sungai Winongo atau masuk wilayah kampung Warungboto, pertama kali dilakukan tahun 1955. Selang empat tahun kemudian, Kgpaa Paku Alam VIII selaku ketua yayasan Gembira Loka Yogyakarta menunjuk Tirtowinoto untuk melanjutkan pengembangan dan pembangunannya. Kgpaa Paku Alam VIII sengaja menunjuk Tirtowinoto karena dinilai memiliki minat besar untuk membantu perkembangan Gembira Loka dengan mencurahkan tenaga, pikiran dan dana dari kantung pribadi yang tidak sedikit.
Berkat ketekunan Tirtowinoto pula, Gembira Loka akhirnya mengalami kemajuan dan perkembangan pesat, terutama pada era 70 hingga 80-an. Bahkan, satwa yang dikoleksi juga semakin lengkap, sehingga pengunjung Gembira Loka sempat mencapai puncaknya pada tahun 1978 dengan datangnya satwa baru kuda nil, yaitu mencapai lebih dari 1,5 juta orang. Namun, setelah itu pengunjung Gembira Loka cenderung kian menurun, antara lain akibat krisis moneter tahun 1998. Celakanya, di tengah upaya pengelola Gembira Loka untuk menarik kembali minat pengunjungnya, tahun 2006 gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah DIY dan sekitarnya. Gembira Loka pun tidak luput dari hantaman gempa bumi yang meluluhlantakkan dan diperparah dengan lahar dingin yang membanjiri Sungai Gajah Wong sehingga sebagian besar sarana dan prasarana yang dimiliki, termasuk beberapa fasilitas pendukung lainnya rusak berat. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, kini yayasan Gembira Loka terus berbenah. Akte berdirinya yayasan pun kemudian diperbaharui dan disempurnakan melalui notaris Tabitha Sri Jeany, S.H., mkn Nomor 19 tanggal 18 Mei tahun 2007. Bahkan yayasan Gembira Loka sekarang menggandeng PT Buana Alam Tirta untuk pengelolaan dan pengembangan gembira loka.
Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Loka artinya tempat, Gembira ya gembira. Hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka diatas lahan seluas 20 ha yang separuhnya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora.
Tujuan utama dari Gembira Loka sendiri merupakan suatu wadah atau tempat dimana dikumpulkan berbagai jenis tumbuhan dan hewan, dipelihara dan diperagakan untuk umum dalam rangka pegadaan sarana rekreasi alam yang sehat untuk mendidik dan mengembangkan budaya masyarakat dalam memelihara keseimbangan kelestarian lingkungan hidup. Situasi dan kondisi Lembaga Konservasi Gembira Loka menempati area seluas 19,88 hektar. Terletak sekitar 4 km sebelah timur pusat kota Yogyakarta, terbelah oleh Sungai Gajah Wong. Area kebun raya di sebelah timur sungai terletak di wilayah kecamatan Kota Gede dan area kebun binatang terletak di bagian barat sungai termasuk wilayah kecamatan Umbulharjo.
Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng Merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas. Kebun binatang Gembira Loka kini memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Setiap tahunnya ada tambahan penghuni. Sudah beberapa kali binatang gajah melahirkan anaknya, juga binatang langka Komodo telah menetaskan telurnya. Di Gembira Loka orang dapat bersuka ria dengan santai menggunakan perahu boad yang disediakan di telaga tersebut. Disamping dapat menikmati bermacam-macam jenis pohon yang tumbuh melengkapi keberadaan kebun raya.
Dengan kondisi lahan yang berkontur ditambah dengan dua danau buatan, maka menjadikan Gembira Loka sebagai taman rekreasi yang menarik.
2. Spesies Flora dan Fauna yang ada di Kebun Binatang Gembira Loka
Beberapa spesies flora dan fauna yang ada di kebun binatang Gembira Loka menurut pengamatan kami adalah:
a. Spesies flora
Beberapa spesies flora yang dapat kita amati dan kenali adalah:
1) Pohon Jati
Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon jati dapat di daerah dengan curah hujan 1500 – 2000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 Celcious baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4,5 – 7 dan tidak dibanjiri oleh air. Jati memiliki daun berbentuk elips dan lebar dan dapat mecapai 30 – 60 cm saat dewasa.
2) Pohon Beringin
Beringin (Ficus benjamina) merupakan pohon besar. Diameter batang bisa mencapai 2 meter lebih, tinggi bisa mencapai 25 meter, batang tegak dan bulat, perukaan kasar, coklat kehitaman, keluar akar menggantung dari batang, daun tunggal berbentuk lonjong hijau, panjang 3 – 6 cm, buah berbentuk bulat dan kecil.
3) Pohon Damar
Pohon damar (Agathis dammara) adalah sejenis pohon tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Pohon Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina. Di pulau Jawa tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah pohon damar ini diolah untuk dijadikan kopal.
4) Pohon Mangga
Mangga atau mempelam adalah sejenis buah demikian pula nama pohonnya. Pohon mangga termasuk ke dalam marga mangifera, yang terdiri dari 35 – 40 anggota, dan suku anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah mangifera indica. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 meter. Pohon mangga bisa mencapai tinggi 10 – 40 meter.
5) Pohon Nangka
Nangka adalah sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku moraceae, nama ilimiahnya adalah artocarpus heterophiyllus, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Jackfruit.
6) Pohon Pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan ternak raksasa berdaun besar memanjang dari suku musaceae. Pohon ini menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama (pisang). Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang berwarna kuning ketika matang. Meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pisang merupakan sumber energi karbohidrat dan mineral terutama kalium.
7) Dan beberapa spesies flora yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, sebagaimana menurut data informasi yang kami dapatkan dari pusat informasi ada sekitar 65 flora.
b. Spesies fauna
Beberapa spesies fauna yang dapat kita amati dan kenali adalah:
1) Ular
Ular adalah reptil yang tidak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal yang sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup.
2) Buaya
ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku crocodylidae. Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa, dan lahan basah lainnya. Namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil, dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus. Di luar bentuknya yang purba, buaya sesungguhnya merupakan hewan melata yang kompleks. Tidak seperti lazimnya reptil, buaya memiliki jantung beruang empat, sekat rongga badan (diafragma) dan cerebral cortex.Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air.
3) Gajah
Gajah (elephant) adalah mamalia darat terbesar yang masih hidup, serta famili dari ordo pachyderm dan satu-satunya famili yang tersisa dari ordo proboscidea. Terdapat dua species gajah di dunia yaitu gajah asia (elephas maximus) dan gajah afrika (loxodonta aricana).
4) Kadal
Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil. Secara luas, pengertian kadal juga mencakup kelompok cicak, toke, bunglon, cicak terbang, biawak, iguana, dan lain-lain. Sedangkan secara sempit istilah kadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin, berkilau, dan hidup di atas tanah. Jadi secara umum kadal ini mancakup jenis-jenis yang bertubuh kecil seperti kadal pasir (lygosoma), sampai ke biawak komodo (faranuskomodoensis) yang bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter.
5) Zebra
Zebra adalah binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih. Penyebaran habitat di Afrika Selatan, Afrika Barat dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu: zebra gunung (Equus Zebra), zebra dataran (Equus Quagga) dan zebra primitif (Equus Grevyi). Belang-belang pada tubuh zebra disebabkan oleh Raihan Prhdana dapat membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator. Belang zebra dapat membingngungkan predator. Zebra memiliki “warna disruptif” seperti beberapa katak pohon dan ular belang. Zebra yang paling besar adalah zebra Grevi. Tinggi bahunya sampai kira-kira 1,5 meter. Jenis ini hidup di Afrika bagian timur. Jenis paling kecil adalah zebra gunung yang tingginya 1,2 meter. Zebra ini hidup di pegunungan dan dataran pantai di sebelah barat daya Afrika. Salah satu perlindungan yang dimiliki oleh zebra terhadap hewan-hewan ganas ini adalah kulitnya yang bergaris-garis, yang merupakan penyamaran sehingga ia sukar dilihat.
6) Monyet
Monyet di dunia sekitar ada 264 jenis. Monyet berbeda dengan kera, monyet berekor lebih kecil. Monyet adalah hewan yang paling mudah untuk berinteraksi dengan manusia. Monyet sedikit lebih galak, apabila ia tak mengenal lawan interaksinya tak jarang ia akan menyerang dan mencakar. Monyet terbesar adalah mandrill. Banyak sekali ordo yang menyerupai monyet ini, diantaranya orang hutan dan kera, walaupun satu jenis sama-sama berkelas primata, tetapi mereka mempunyai perbedaan antara lain:
• Monyet dan orang hutan
Orang hutan sejenis dengan monyet. Masih dalam kelompok golongan primata. Hanya saja orang hutan memiliki tekstur tubuh lebih sempurna dibanding monyet. Orang hutan mempunyai tubuh yang mirip dengan manusia, karena mempunyai indra yang sama seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba. Orang hutan juga memiliki telapak tangan dan jari-jari yang mirip dengan manusia, otaknya juga besar dan dapat menggenggam layaknya manusia. Orang hutan adalah salah satu jenis primata yang pemalu. Tetapi sisi baiknya, orang hutan tidak seperti monyet, orang hutan terlihat lebih bersahabat dan mempunyai hati dalam bergaul. Orang hutan dan monyet ditemukan di wilayah hutan tropis Asia Tenggara yaitu pulau Kalimantan dan Sumatra.
• Monyet dan kera
Secara sekilas pandang monyet dan kera memang terlihat sama, akan tetapi kera berbeda dengan monyet. Dalam bentuk tubuh, kera dan monyet sama-sama berwajah kecil, tetapi dalam segi tubuh, postur tubuh kera sedikit lebih besar. Saat ini kera terancam mengalami kepunahan karena hilangnya habitat mereka akibat penggundulan hutan tidak terkendali.
7) Rusa
Rusa, sambar, atau menjangan (Bahasa Inggrisnya deer) adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun, (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.
8) Beberapa macam burung
Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.
Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta yang lebih tiggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis diantaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas aves.
 Evolusi dan morfologi
Meskipun burung berdarah panas, ia berkerabat dekat dengan reptil. Bersama kerabat terdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya, burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria. Ratusan jenis burung dapat ditemukan hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki paruh kuatuntuk menyobek daging (elang), mengerkah biji buah yang keras (burung manyar), runcing untuk menombak ikan (burung kormoran), pipih untuk menyaring lumpur (bebek), lebar untuk menangkap serangga terbang (burung kacamata biasa). Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
 Kebiasaan
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip dengan telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur.
9) Beberapa macam ikan
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam, lebih dari 27.000 jenis ikan di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha), 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam barbagai bahasa daerah disebut iwak, atau jukut.jenis ikan ditinjau dari ukurannya juga bervariasi, mulai dari paus, hiu, yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira1/4 inci).
Berikut adalah beberapa jenis ikan berdasarkan tempat hidupnya:
• Ikan laut
Barakuda, hiu, tengiri, ikan kerapu, ikan kakap, ikan pipis, tongkol, terubuk, dan lain-lain.
• Ikan air payau
Bandeng (bentuk tubuhnya agak panjang).
• Ikan air tawar
Arwana, belut, betok, gurami, ikan mas, gabus, mujair, lele, tawes, nilem, molah, jelawat, semah, patin, bawal, sepat siam, betutu, sidat, sepat, dan lain-lain.
Adapun hewan-hewan berikut bukanlah termasuk jenis ikan secara harfiah. Mereka sebenarnya mamalia tetapi memiliki predikat ikan karena hidupnya di air: lumba-lumba dan ikan paus.
10) Katak
Katak adalah jenis amfibi yang lebih sering menghabiskan hidupnya di air. Katak berbentuk pendek, gembal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat, dan tak berekor (anura). Katak umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang disimpan induknya di air, di sarang busa atau tempat-tempat basah lainnya.
11) Kuda nil
Kuda nil memiliki tubuh yang besar dan berat, serta kulit kelabu gelap. Kuda nil juga memiliki gading besar yang biasa digunakan untuk mempertahankan diri dari predator. Kuda nil tinggal di Afrika. Kuda nil tinggal di dekat air tawar, seperti danau dan sungai. Kuda nil adalah hewan herbivora. Kuda nil tidur di lumpur dan air, namun di malam hari kuda nil keluar untuk makan rumput. Kuda nil lebih banyak menyebabkan kematian pada manusia, mungkin karena kuda nil tersebut sangat sensitif pada para predator.
12) Tapir
Tapir adalah jenis hewan herbivora yaitu pemakan daun-daun muda dan tumbuhan-tumbuhan bawah di hutan hujan primer pada vegetasi yang padat. Penyebaran populasi tapir yaitu Asia Tenggara, sebelah selatan myanmar, sepanjang batas menuju selatan-barat Thailan, Semenanjung Malaya dan Sumatra. Dari ciri-ciri morfologinya tapir adalah hewan yang unik. Tinggi tapir mencapai kurang lebih 100 cm, panjang badan mencapai 250 cm dan berat mencapai 260 – 375 kg. Umur tapir hidup di alam bebas dengan kondisi alam atau habitat yang baik bisa mencapai 30 tahun. Tapir memiliki ciri khas yaitu bentuk hidungnya yang memanjang mirip belalai pada gajah.
13) Unta
Hewan yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, biasanya banyak dijumpai di gurun pasir. Hewan ini diciptakan khusus untuk kondisi iklim kering, dan struktur tubuhnya tidak akan terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Tubuhnya memiliki beberapa keistimewaan, yang memungkinkan unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Bulu tebal yang menyekat panas, tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari padang pasir yang terik mencapi kulitnya. Bulu ini juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan.
14) Harimau
Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging karnivora), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau). Harimau dikenal sebagai kucing terbesar, harimau pada dasarnya mirip dengan singa ukurannya, walaupun sedikit lebih berat. Pada umumnya harimau jantan memiliki berat antara 180 – 320 kg dan betina berbobot 120 – 180 kg. Panjang harimau jantan antara 2,6 – 3,3 meter, sedangkan harimau betina antara 2,3 – 2,75 meter. Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda- beda subspesies satu dengan yang lain. Semua harimau memiliki lebih 100 loreng.
15) Jerapah
Jerapah (Giraffa Camelopardalis) adalah mamalia berkuku genap endemik afrika dan merupakan spesies hewan tertinggi yang hidup di darat. Jerapah jantan dapat mencapai tinggi 4,8 – 5,5 meter dan memiliki berat yang dapat mencapai 1.360 kilogram. Jerapah betina biasanya sedikit lebih pendek dan lebih ringan.
16) Dan beberapa binatang yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, sebagaimaana diinformasikan melalui pusat informasi bahwa kebun binatang tersebut dihuni oleh lebih dari 100 spesies.
3. Sistem Pemeliharan dan Penanggulangan Masalah
a. Sistem pemeliharaan
Sistem pemeliharaan yang diterapkan disesuaikan dengan manajement yang sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kebun binatang Gembira Loka, diantaranya yaitu:
1. Penangkaran.
2. Pemberian makan diatur sesuai dengan kebutuhan hewan tersebut.
3. Penambahan penghuni.
4. Pemusanahan hewan apabila diperlukan (apabila hewan tersebut mengalami penyakit yang menular dan dapat mengakibatkan kemusnahan pada spesies hewan lainnya).
b. Sistem penanggulangan masalah
Penanggulangan masalah yang diterapkan dalam manajement kebun binatang Gembira Loka adalah:
1. Mengamati
Yang dimaksud mengamati adalah apabila terjadi hal-hal yang akan merugikan baik secra moril maupun materil maka sebelum memutusakn untuk memusnahkan diamati yerlebih dahulun dampak positif dan negatifnya permasalahan tersebut.
2. Menganalisa
Setelah mengamati secra seksama dan teliti baru menganalisa untuk mengganti atau memmpertahankan spesies yang ada dan selanjutnya dilaporkan pada badan pengawas kebun binatang tersebut.
3. Memvonis
Vonis dijatuhkan apabila sudah mendapat kesepakatan dari badan pengawas dan pemerintah daerah dengan melihat anggaran yang akan diipergunakan untuk mengganti spesies yang akan dimusnahkan.
4. Manejement Pengelolaan Kebun Binatang Secara Administratif dan Secara Penangkaran Binatang-binatang yang Dianggap Sudah Agak Punah
a. Pengelolaan kebun binatang secara administratif
Sistem pengelolaan secara administratif adalah:
1. Menempatkan petugas pada pengelolaan data baik flora dan fauna secara teliti.
2. Mencatat seluruh penghuni kebun binatang dari mulai kedatangan/kelahiran ataupun penanaman sampai pada kematian penghuni tersebut.
3. Memberikan kenyamanan kepada penghuni dengan cara mengetahui kebutuhan-kebutuhan penghunin kebun binatang dan semuanya tercatat dengan rapi dalam buku induk kebun binatang.
b. Sistem pengelolaan secara penangkaran
Penangkaran diutamakan bagi binatang-binatag yang dianggap spesiesnya sudah langka agar binatang tersebut dapat eksis dalam komunitasnya. Sedangkan untuk spesies flora diupayakan untuk pembibitan lebih diperbanyak dengan tujuan agar tidak punah.


BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Bertitik tolak dari latar belakang, dasar pemikiran dan observasi yang terjadi di kebun raya Gembira Loka serta kondisi nyata saat ini bahwa kebun binatang tersebut harus banyak perbaikan-perbaikan dari berbagai aspek. Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa tujuan utama berdirinya kebun binatang Gembira Loka itu di utamakan untuk taman rekreasi keluarga dan perlindungan terhadap binatang-binatang yang ada, tapi hal tersebut sekarang ini sudah kurang diperhatikan..
Dengan demikian sebagai generasi penerus bangsa sudah barang tentu sangat prihatin melihat situasi dan kondisi kebun binatang tersebut saat ini.
B. SARAN
Kami berharap kepada PEMDA DIY agar kiranya dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebun binatang Gembira Loka, mengingat kebun binatang tersebut merupakan aset PEMDA Provinsi DIY.
Mengingat bahwa kebun binatang Gembira Loka adalah aset daerah maka diharuskan adanya management baru yang dapat membawa kedalam pebaikan, baik dalam sistem pengelolaan flora dan fauna maupun sistem marketing yang akan mendongkrak pendapatan asli daerah dan pada akhirnya seluruh masyarakat DIY dapat merasakan dampak dari banyaknya pengunjung yang datang ke kebun binatang Gembira Loka.
Dan untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap dan akurat maka kami menyarankan agar pembaca bisa melakukan observasi langsung ke lokasi kebun binatang Gembira Loka.  
LAMPIRAN- LmpirN ( berupa gambar-gambar kegiatan studi)


DAFTAR PUSTAKA
• Sumber Buku
SMAN 1 Mangunjaya. 2011. Buku Panduan Studi Lapangan SMAN 1 Mangunjaya ke Jawa Tengan dan Yogyakarta Tahun Pelajaran 2010 / 2011. Mangunjaya: SMAN 1 Mangunjaya.
Tirtodiprojo, KMT.A, dkk. 2008. Panduan Satwa Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka. Yogyakarta: Rejeki Yogyakarta.
• Sumber Lain
http://www.faktaunik.co.cc/2011/01/fakta-unik-mengenai-buaya.html
http://www.gomong.com-Mata-hati-kita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar